Inovasi BKR Donojayan
Kalurahan Merdikorejo
KEJORA
K = Kelas
E = Edukasi
J = Menjembatani
OR = Orang Tua
A = dan Anak
Merupakan kegiatan yang diinisisasi oleh Kelompok Bina Keluarga Remaja ( BKR ) Padukuhan Donojayan, Kalurahan Merdikorejo
Berupa kegiatan pertemuan dalam suatu ruangan dengan peserta Orang Tua dan Anak Remajanya dan pemberian edukasi oleh Nara Sumber, kegiatan ini dilaksanakan setiap lapan / 35 hari sekali
Latar Belakang kegiatan inovasi ini dilakukan, mempertimbangkan :
- Remaja indentik dengan masa pubertas, Pendidikan seks kepada anak, khususnya remajaitu sangat penting, para orang tua jangan salah mengartikan ini, bukan tentang apa dan bagaimana, tetapi lebih ke pentingnya parentingusia remaja.
- Pentingnya parentingusia remaja, agar mereka bisa lebih paham bagian tubuh mana saja yang boleh dan tidak boleh untuk disentuh dan diperlihatkan. Untuk remajaputri jika dirinya tersentuh atau disentuh oleh teman nya , baik lawan jenis maupun sejenis menyentuh bagian-bagian tubuh yang pribadi, harus ada reaksi perlawanan.
- Untuk remajaputra, mereka bisa lebih menghormati batasan-batasan dalam menyentuh temannya. Pentingnya parentingusia remaja memang harus dilakukan, namun cara penyampaiannya terhadap anak remaja berbeda dengan cara kita berbicara seks kepada orang dewasa ya, berbicara sesuai dengan umur anaknya, dan dengan Bahasa yang dimengertinya.
- Pada fase ini, para remajasedang sangat berenergi, kritis, idealis dan punya ketertarikan besar terhadap sesuatu, ingin tahu apakah benar atau salah dalam tindakannya. Untuk itu pada fase ini, akan menjadi rentan sekali terjadi konflik antara orang tua dan anak, namun jika orang tua memahami psikologi remajaakan membuat mereka menjadi pribadi berkarakter saat dewasa.
- Pada usia remaja14-17 tahun ini, anak mulai tertarik dengan lawan jenis, mulai ingin menjalin hubungan romantik (berpacaran) ataupun secara seksual. Menunjukan kemandirian agar tidak seperti anak manja, hingga suasana hati mudah sekali berubah.
- Bahkan kita sebagai orang tua terkadang sulit sekali untuk bercengkrama dengan anak yang sudah remaja, karena mereka lebih senang menghabiskan waktunya bersama teman-teman. Mulai dapat berpikir dengan logika, dan karena terdorong perasaan emosi, sehingga sering melakukan hal-hal yang beresiko, seperti mabuk-mabukan, narkoba hingga seks bebas.
Ada 5 cara pendekatan terhadap anak usia remaja :
- Pendengar Yang Baik
Dikarenakan mulai mengalami berbagai gejolak jiwa mudanya, maka muncul berbagai macam pertanyaan-pertanyaan atau sekedar bercerita keluh kesahnya. Tugas orang tua, dengarkan lah apa yang mereka ingin sampaikan, jangan sampai justru mereka mencari-cari jawaban atau berkeluh kesahnya di luar.
- Anak Juga Punya Privasi
Terkadang orang tua lupa, bahwa anaknya sudah beranjak dewasa, sehingga sampai lupa bahwa anak pun punya privasi yang harus kita hormati. Barang pribadi dan area pribadinya, harus kita hormati, tetapi tetap harus dipantau ya.
- Tetap Ada Aturan
Bicarakan tentang aturan-aturan yang berlaku di rumah, sepakati bersama aturan tersebut, mengajak berdiskusi akan merasa anak sudah dapat dipercaya sehingga dilibatkan. Misalkan anak mempunyai batasan jam ketika bermain, atau tidak boleh merokok, minum alkohol serta narkoba, serta memberi pengertian mengapa harus ada peraturan di rumah.
- Menjadi Teladan
Melakukan hal yang wajar saat orang tua memiliki harapan untuk anak. Sehingga anak mencontoh dari tingkah laku yang orang tua lakukan.
- Berikan motivasi
Berikan motivasi kepada anak pada minatnya, dan arahkan mereka untuk mencoba sesuatu hal positif yang baru, agar anak dapat mengeksplor dirinya.
Anak adalah amanah yang Tuhan titipkan kepada kita, mendidik anak memang tidak mudah terutama pada anak usia remaja, namun tetap rangkul mereka demi masa depan mereka.