JAMU GENDONG GESIKAN

Jamu gendong Gesikan merupakan salah satu warisan budaya tak benda Kabupaten Sleman. Jamu gendong ini dibuat di  sentra jamu Dusun Gesikan, Merdikorejo, Tempel, Sleman. Jamu yang dibuat oleh masyarakat dusun tersebut berasal dari rempah-rempah yang dibuat menjadi jamu adalah kunir asem, beras kencur, temulawak, paitan, dan uyup-uyup. Jamu gendong Gesikan menjadi istimewa karena pernah dikunjungi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno pada tahun 2022.

Sejarah

Dahulu, membuat jamu tradisional dari rempah-rempah merupakan kebiasaan masyarakat Dusun Gesikan. Pembuatan jamu pada waktu itu masih sebatas membuat obat sendiri dan tidak diperjualbelikan. Pada sekitar tahun 1984 terdapat pendatang yang bernama Bu Sarmi. Beliau datang ke dusun itu karena diperistri salah seorang warga Dusun Gesikan. Beliau  tertarik dengan kebiasaan pembuatan jamu di Dusun Gesikan itu dan kemudian menjualnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Selama Bu Sarmi berjualan jamu warga sekitar mulai terinspirasi untuk ikut berdagang jamu, sebab sangat bagus untuk meningkatkan perekonomian mereka. Lama kelamaan para penjual jamu di Dusun Gesikan mulai banyak, sehingga pada tahun 2000 mulai berdirinya Paguyuban Jamu Gendong Ngudi Makmur yang beranggotakan 15 sampai 20 orang penjual jamu. Selama perkembangan nya Ngudi Makmur masih bisa bertahan hingga pada tanggal 4 April tahun 2004 berganti nama menjadi Bima Sejahtera. Paguyuban Jamu Gendong Bima Sejahtera masih eksis sampai sekarang dan terus di mengalami perkembangan.

Paguyuban Jamu Gendong Bima Sejahtera kini telah memiliki 40 anggota yang berasal dari dusun Gesikan. Para anggota ini memiliki cara sendiri untuk memasarkan produknya, seperti berkeliling dengan motor, membuka lapak di suatu tempat, dan ada satu anggota yang menggunakan cara menggendong barang dagangannya seperti pada masa lalu. Peminat dari jamu ini sendiri terbilang lumayan banyak, daerah Sleman barat banyak menjadi konsumen dari jamu ini, dan para pengurusnya sendiri juga berniat untuk berinovasi dalam merangkul konsumen daerah lain. Daerah Sleman yang menjadi konsumen utama jamu gendong Gesikan sudah menguntungkan dalam segi bisnis sehingga paguyuban tersebut masih bertahan hingga saat ini.

Jenis jamu yang dibuat oleh Paguyuban Jamu Gendong Bima Sejahtera merupakan  jamu yang umum dalam tradisi jamu di Indonesia seperti Kunir Asem, Beras Kencur, Temulawak, Paitan, Uyup-uyup, dan Cabe Pucang. Selain itu paguyuban ini juga berinovasi dengan menambahkan minuman tradisional seperti secang, wedang uwuh, wedang sereh, jallanceng, dan kayu putih. Inovasi lainnya dari paguyuban ini ada pada pembuatan jamu berbentuk bubuk sehingga mudah untuk dipasarkan dan lebih awet dibanding jamu berbentuk cair. Bahan untuk membuat jamu, sebagian besar didapat dari kebun yang ditanam oleh paguyuban seperti asam, beras kencur, temulawak,dan daun pepaya. Alat untuk membuat jamu masih tradisional dengan alat giling dan tumbuknya, yang berbeda ada pada blender untuk membuat bubuk jamu.

Penyebaran jamu gendong Gesikan bukan hanya dari paguyuban Bima Sejahtera saja, tetapi pemerintah setempat juga ikut memperkenalkannya.  Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ibu Kustini Sri Purnomo meminta kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno untuk membantu mempromosikan Sentra Industri Jamu Gendong di wilayah Gesikan, Tempel Kabupaten Sleman. Pada tanggal 14 Januari 2022, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno melakukan kunjungan ke Dusun Gesikan dan Paguyuban Jamu Gendong Bima Sejahtera. Hal tersebut membuktikan bahwa eksistensi jamu gendong Gesikan sudah diperhatikan  oleh instansi pemerintah sebagai warisan yang bermanfaat.

Apabila dilihat secara sekilas, tidak ada yang sangat spesial dari jamu gendong Gesikan ini. Namun, jamu gendong Gesikan ini telah memiliki izin dari Pemerintah Daerah Sleman. Paguyuban ini juga aktif dalam berbagai kegiatan seperti kegiatan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam kegiatan bimbingan teknis pengembangan content marketing. Ada juga dari Kementerian Perindustrian dalam kegiatan bimbingan peningkatan teknis industri bagi IKM minuman herbal, dan ada berbagai sertifikat sebagai hasil mengikuti kegiatan untuk meningkatkan produk jamu. Paguyuban Bima Sejahtera merupakan kelanjutan dari kebiasaan membuat dan kegiatan berjualan jamu di dusun Gesikan yang tadinya perorangan menjadi sebuah paguyuban membuatnya memiliki nilai historis yang berbeda dengan lainnya. Semua itu membuat banyak media meliput Jamu Gendong Gesikan sebagai salah satu sentral jamu yang maju di Yogyakarta. Hal itu yang menyebabkan Sandiaga Uno, menteri Parekraf, tertarik untuk mengunjungi Dusun Gesikan dan melihat pembuatan jamu gendong Gesikan ini. Hal tersebut membuat Paguyuban Jamu Gendong Bima Sejahtera tetap bertahan hingga  sampai saat ini.

Kelemahan jamu Paguyuban Bima Sejahtera ini adalah pada terbatasnya wilayah penjualan, yang masih di daerah Sleman saja. Kelemahan lainnya adalah kurangnya minat pemuda untuk bergabung menjadi pembuat jamu. Hal ini menjadi masalah untuk bisa melestarikan Jamu Gendong Gesikan di masa mendatang. Namun demikian, Paguyuban Jamu Gendong Bima Sejahtera tetap optimis mengembangkan jamu gendong di dusun mereka sehingga dapat  menjadi desa wisata di Gesikan. Hal ini tentu memberikan manfaat untuk Paguyuban Jamu Gendong Bima Sejahtera menjadi dikenal dan akan menarik minat anak muda sehingga warisan Jamu Gendong Gesikan akan tetap terjaga.

Kajian

Jamu yang merupakan minuman tradisional yang masih eksis di indonesia sampai saat ini. Salah satu daerah yang masih eksis menjual dan membuat jamu dari dulu hingga sekarang yaitu di daerah gesikan, tepatnya berada di Dusun Gesikan, Sonokulon, Merdikorejo, Kec, Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jamu yang dibuat atau berasal dari daerah tersebut sering disebut dengan Jamu gendong gesikan, disebut jamu gendong disebabkan karena dahulu diedarkan dengan cara digendong. Jamu gendong gesikan sendiri sekarang berupa kelompok paguyuban yang bernama Bima Sejahtera. Jamu gendong gesikan sudah ada sejak 1984 sehingga sudah sangat berumur dan memiliki nilai historis. Jamu Gendong Gesikan juga dikenal di dalam kota Yogyakarta maupun di indonesia hal ini dibuktikan dengan datangnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno pada  tanggal 14 Januari 2022, untuk melakukan kunjungan ke Dusun Gesikan dan Paguyuban Jamu Gendong Bima Sejahtera. Kunjungan tersebut telah menunjukkan bahwa pemerintah daerah maupun pemerintah negara telah mengakui paguyuban tersebut sebagai produsen jamu yang telah menjadi salah satu warisan dan ciri khas bangsa Indonesia.

Paguyuban ini juga sangat diminati oleh konsumen sekitar Gesikan maupun Yogyakarta, sehingga sekitar 20 anggota paguyuban yang tinggal di sekitar daerah Gesikan bisa terbantu kebutuhan ekonomi dari jualan jamu di sekitar daerah Gesikan dan Yogyakarta. Menurut ketua paguyuban sendiri permintaan akan jamu terbilang bagus. Saat ini penyebaran jamu Gendong Gesikan hanya sebatas dalam Yogyakarta saja belum menuju daerah luar dikarenakan tenaga paguyuban yang kurang, mereka butuh lebih banyak anggota untuk bisa berkembang ke pasar yang lebih luas lagi seperti pasar luar Jawa.

Jamu gendong Gesikan, memiliki beragam jenis jamu yang terbilang jamu umum yang diedarkan di Jawa, serta juga berinovasi dengan adanya minuman bubuk sehingga bisa seperti minuman instan, dan juga rasa dari jamu yang dibikin lebih manis untuk menyesuaikan dengan lidah orang yang tidak tahan rasa pahit. Inovasi yang dibuat paguyuban ini terbilang modern sebab jamu yang dibuat bubuk akan seperti minuman instan yang akan lebih tahan lama dan bisa diedarkan dengan mudah, selain itu dengan rasa yang lebih manis membuat anak muda akan lebih tertarik yang akan membuat budaya minum jamu akan terus terpelihara.

Paguyuban  Bima Sejahtera telah berhasil melestarikan budaya di daerahnya yaitu jamu gendong dan mengembangkannya sehingga bisa terus bermanfaat untuk warga di daerah Gesikan, terutama dalam bidang ekonomi. Jamu gendong Gesikan memiliki potensi yang bagus di karena inovasi yang akan dilakukan dan belum mencoba pasar di luar jawa, selain itu dengan dibukanya Gesikan sebagai desa wisata akan membuat nama jamu gendong Gesikan akan naik. serta dengan telah didatangi bapak Sandiaga Uno membuat jamu ini memiliki nama yang bagus. Hal-hal tersebut membuat jamu gendong Gesikan memiliki potensi yang bagus untuk masa depan.